Cukup banyak musisi lintas generasi saling peduli. Lewat album The Best of T-Five bertajuk Reborn, T-Five akan menggandeng beberapa musisi muda masa kini untuk membawa memori dan memberikan penyegaran kepada pendengar musik saat ini.
Setidaknya, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, para musisi lintas generasi saling berkolaborasi dan merespon karya masing-masing untuk menjadi sebuah pemekaran karya baru. Tak ketinggalan dengan T-Five yang sudah memulai langkah ini dengan sebuah single hits mereka bertajuk Yang Terindah yang resmi dirilis tanggal 7 September 2016.

Lagu yang berasal dari album Self Titled (2001) itu, kali ini diaransemen ulang dengan mengajak Rayi RAN berkolaborasi. Langkah ini menjadi sikap bagi band pop pengusung musik hiphop dan R&B yang populer di era awal 2000-an. Kepopuleran dan karakter yang sangat jelas pada konsep musik T-Five menjadi kekuatan untuk menepis anggapan ingin mendompleng popularitas musisi muda masa kini.

“Kolaborasi mempunyai nilai positif untuk perkembangan musik di Indonesia, kami memiliki pandangan kalau aktivitas kolaborasi seperti ini akan menciptakan konsep-konsep yang cukup unik untuk memperkaya dan membawa angin segar bagi industri musik di Indonesia. Bahkan bisa dijadikan sebagai materi lagu yang layak untuk dinikmati. Tapi tentunya tetap sesuai dengan estetika dan permintaan telinga musik yang ada di Indonesia saat ini,” jelas Yerry.

Tak hanya Rayi, sejumlah nama musisi muda masa kini juga telah ditentukan untuk mengaransemen tujuh lagu The Best of T-Five yang ada di album T- Five (2001), Bebas (2003), Back To Back (2005) dan Legacy (2009). Tak hanya itu, tiga buah karya baru nanti juga akan melengkapi album baru T-Five yang proses rekamannya kini sudah mencapai 70%. Rayi RAN pun terlibat kembail untuk membuat salah satu lagu baru.

Bagi Rayi, T-Five menjadi salah satu band favoritnya sejak SMA yang kerap ia tonton. Dirinya pun mengaku sempat mengalami memori bersama lagu-lagu T-Five yang ada di masa remaja. “Saya pernah beberapa kali nonton penampilan T-Five ketika masih bersekolah dan itu sangat berkesan. Jadi ketika saya diminta untuk berkolaborasi dengan T-Five, tanpa pikir panjang saya langsung mau. Karena lagu-lagu T-Five masih enak didengar dan pasti banyak orang yang memiliki kenangan dengan lagu-lagu T-Five,” katanya.

Dengan adanya kolaborasi bersama Rayi dan musisi muda lainnya, band yang digawangi oleh musisi Gordon Abraham Leon (Gordon), Christian Marcus Nino (Nino), Paul Arnold Latumahina (Paul), Yerry Meiryan (Yerry), Hans Boyke Marsiano (Bheben), dan pemain gitar yang paling muda bergabung Tabriz Muhajier (Ajier) berharap bisa memperluas pasar pendengar dengan mengenalkan T-Five ke publik musik yang lebih muda saat ini.

Selain itu T-Five juga ingin terus melahirkan kolaborasi yang unik dan berharap juga bisa melahirkan karya-karya segar dan lebih up to date untuk memperkaya perkembangan musik Indonesia.

“Bila ada tanggapan kami akan kehilangan identitas, menurut kami tidak demikian karena kolaborasi itu bukan mencari identitas baru tetapi meng gabungkan dua atau lebih karakter tanpa menghilangkan identitas masing-masing. Bila ada sesuatu yang membedakan atau terkesan berubah sedikit itu adalah sesuatu yang wajar karena musik itu selalu berkembang. Banyak musisi bertahan lama dan disebut sebegai legenda karena punya karakter kuat tapi juga terus berinovasi mengikuti selera zaman,” pungkas Gordon.
TENTANG T-FIVE
Sebetulnya T-Five bukan vakum dari belantika musik Tanah Air. Mereka sempat mengeluarkan beberapa single di tahun 2013, 2014, dan 2015 dengan masing-masing single Aku Mendua Kamu Mendua, I Love You, dan Dia.

Single dan Album yang sedang dikerjakan bersama Musik Pro Aktif yang menaungi T-Five saat ini digarap lebih serius saat ini. Kekurang seriusan pada karya sebelumnya itu memang diakui T-Five terjadi karena banyak faktor, diantaranya kemungkinan moment yang belum tepat untuk materi-materi T-Five yang dikeluarkan sebelumnya dan juga kesibukan yang dilalui masing-masing personelnya saat itu.

Para personel T-Five dalam beberapa tahun terakhir memang disibukkan oleh kegiatan di balik layar untuk menjadi produser. Sebut saja ada Sweetin, Melani Richardo, Uya Kuya, Supergirlies, Dragon Boyz, dan lain-lain yang merupakan sebagian kecil garapan beberapa personel T-Five. Selain itu ada juga beberapa kesibukan dan bisnis lain nya yang di jalani mereka.